Antara perbuatan yg mampu buat Malaikat brebut untuk mencatat amalan seseorang yang menyebutnya.

Doa

Perana zikir dalam kehidupan manusia ke arah untuk mengenali diri dan Allah sungguh besar dan bererti sekali. Dengan zikirilah seseorang itu dapat membersihkan hati dan dirinya yang sememangnya penuh dengan noda dan dosa. Diri (hati) manusia itu seperti perabut di dalam rumah yang sentiasa terdedah kepada hinggapan debu dan habuk. Maka ia selalulah kena bersih, sapu dan gilap.

Alat untuk menyapu, membersih dan mengilap itu ialah ZIKIR. Kalau sembahyang (solat) mencegah kemungkaran, zikir pula mendekat dan merapatkan hamba dengan Tuhannya. Di antara sejumlah kalimat zikir yang kerap diucapkan umat muslim, ternyata ada sebuah kalimat luar biasa yang memiliki keutamaan sangat besar. Bahkan kalimat ini bisa menarik perhatian puluhan malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyaksikan 30 malaikat datang dan berbebut mencatat untuk orang yang membacanya.

Peristiwa itu terjadi ketika Rasulullah dan para sahabat sedang shalat berjamaah. Ketika i’tidal, Rasulullah sebagai imam membaca: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ Allah Maha Menengar orang yang memuji-Nya Umumnya, sahabat akan melanjutkan doa Rasulullah tersebut dengan ucapan

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu. Namun, ada salah seorang sahabat yang membaca doa: رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu. Aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah. Ketika shalat telah selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya,

“siapa yang membaca doa tadi?” Seorang sahabat menjawab, “Saya, ya Rasulullah” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda: رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا ، أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ “Aku melihat lebih dari 30 malaikat saling berebut siapa di antara mereka yang mencatatnya terlebih dahulu”

Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari ini menjelaskan betapa luar biasa keutamaan doa tersebut. Maka doa itu pun menjadi salah satu alternatif doa i’tidal yang perlu dibaca makmum setelah imam mengucapkan “sami’allahu liman hamidah.” Mungkin ada yang bertanya,

mengapa Rasulullah bisa tahu ada puluhan malaikat yang berebut mencatat padahal beliau sedang menjadi imam yang posisinya paling depan? Itulah mukjizat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hadits yang lain kita mendapatkan penjelasan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bisa melihat orang yang berada di belakangnya, dengan izin Allah.

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّى أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى . وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ “Dari Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Luruskanlah shaf kalian, aku melihat kalian dari belakang punggungku.” Lantas salah seorang di antara kami melekatkan pundaknya pada pundak temannya, lalu kakinya pada kaki temannya.” (HR. Bukhari)

sumber: kisah jalanan